Minggu, 25 Januari 2015

Teks MC Khitanan ( Contoh Sederhana Pembawa Acara sunatan)

Assalamualaikum Wr., Wb.
Alhamdulillahirobbil a’alamin wa sholatu was salamu ‘ala asyrofil anbiyai wal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi ajma’in, robbisyrohli sodri wayasirli amri wahlul uqdatam millisani yafqohu qauli, amma ba’du.
Yang saya hormati bapak sohibul hajjah kang rahmat suhendar dan ibu triani widianti beserta segenap keluarganya, dan yang saya hormati para sepuh, para kiyai, para asatid wal asatidah, tokoh masyarakat kecamatan astana anyar. Dan para hadirin para bapak para ibu tamu undangan yang saya hormati.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji beserta syukur kehadirat ilahi Robbi yang Maha Gofur, dengan limpahan taufik beserta hidayahnya kita dapat berkumpul dan bermuwajjahah bersama dalam walimatul khitan KAKANG SAMI FADEL MUHAMMAD putra pertama dari bapak Rahmat Suhendar. Semoga menjadi anak yang shaleh berbakti pada orang tua, agama, nusa dan bangsa, amin.
Shalawat beserta salam semoga selalu tetap tercurah limpahkan kepada jungjunan alam, Nabiyyana wahabibana Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya, tabiin tabiat dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amin ya rabbal alamin.
Pada kesempatan yang berbahagia ini alhamdulillah wa syukurillah kita bisa bersilaturahmi bertatap muka bersalam sapa dalam walimatul khitanan kakang sami fadel muhammad.
Hadirin para undangan yang berbahagia, susunan acara yang akan dilangsungkan pada hari ini adalah sebagai berikut.
Pertama pembukaan
Yang kedua sambutan dari pihak keluarga
Yang ketiga doa
Yang keempat mushapahah tamu undangan yang Insya Allah diiringi oleh Hiburan
Yang kelima penutup.
Sebelum kami langsungkan acara ini marilah kita buka dengan bacaan basmalah. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
Para undangan yang berbahagia
Melangkah pada acara yang kedua sambutan dari walimah sohibul hajat, dalam hal ini akan disampaikan oleh Drs. H. Aep Somantria atau yang sering kakang fadel panggil abah kumis. Kepada yang terhormat bapak Drs. H. Aep Somantria dipersilahkan.
.
.
Terimakasih kami sampaikan kepada bapak Drs. H. Aep Somantria, yang telah memberikan sambutan pada acara khitanan ini. semoga apa yang disampaikan oleh beliau tadi berkenan dihati para undangan sekalian.
Sekarang kita melangkah ke acara selanjutnya yaitu doa yang akan di sampaikan oleh................
Terimakasih kami sampaikan kepada bapak.......... yang telah memimpin doa, semoga apa yang dibacanya tadi diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya robal alamin.
Adapun acara yang keempat yaitu mushapahah dan makan bersama. Kami atas nama Shahibul walimah kami persilahkan para undangan yang berbahagia untuk menikmati hidangan yang telah di hidangkan mungkin dalam hidangan ini kurang berkenan dihati para undangan sekalian baik itu tempat atau yang lain-lainnya.
Kami bersama keluarga memint maaf yang sebesar besarnya dan terimakasih atas kehadiran bapa dan para undangn semua semoga kehadiran bapa pada kesempatan ini dibalas oleh allah swt.
Kami atas nama pembawa acara bila ada kurng lebihnya dalam memimpin acara pada kesempatan ini kami mohon maaf sebesar besarnya dan marilah kita akhiri acara ini dengan bacaan hamdalah bersama sama.
Wallahumuafiq illa afwambittariq.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
 

Rabu, 08 Januari 2014

Tasawuf Terapan (Zuhud)

Dewasa ini, manusia banyak yang terhempas kepada jurang kenistaan dalam arus zaman, banyak yang melupakan kodratnya, bahkan lupa akan Tuhannya. Sebagai manusia biasa, pastinya ada Hijab yang menghalangi kontak dengan Tuhan, dan Hijab itu semakin tebal jika ternyata larangan-Nya lah yang kita laksanakan. Diantara sekian banyak perkara yang menghalangi manusia dengan Tuhannya, salahsatunya adalah kecintaan manusia kepada dunia (Hubbud dunya)
Kecintaan manusia terhadap dunia pada akhirnya akan membawa manusia kepada krisis spiritual. Banyak manusia modern di zaman ini yang mengagungkan nilai-nilai material dan mengesampingkan nilai-nilai ruhani (spiritualitas) yang membuat manusia itu sendiri menjadi tidak nyaman dan gelisah. Akibat dari banyaknya hal-hal duniawi yang membuat waktu atau porsi manusia untuk urusan akhirat menjadi sedikit.
Pada dasarnya, semua harta di dunia ini adalah kepunyaan Allah Swt. Adapun harta yang dimiliki merupakan titipan Allah yang harus dikelola dengan baik karena suatu saat harta tersebut akan dimintai pertanggung jawabannya. Oleh karena itu, manusia harus menyadari sepenuhnya bahwa harta bukanlah tujuan hidup yang sebenarnya, melainkan sarana untuk menggapai keridhaan Allah Swt.
Suatu hari, Rasulullah Saw. berjalan bersama para sahabatnya. Tiba-tiba mereka melihat seorang pemuda yang sedang membelah kayu bakar. Melihat ini, para sahabat berkata, “Celakalah pemuda tersebut, mengapa kekuatannya tidak digunakannya untuk berjihad di jalan Allah?” Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian tidak boleh mengucapkan perkataan itu. Sesungguhnya, apabila ia bekerja untuk menghindarkan diri dari mengemis, maka pekerjaanya dianggap jihad di jalan Allah Swt. Dan, jika ia bekerja untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan orang tua atau keluarganya yang lemah, maka tindakannya ini juga termasuk jihad. Namun, bila ia bekerja hanya untuk bermegah-megahan dan memperkaya diri, maka ia berjihad di jalan setan.”[1]
Keseimbangan antara dunia dan akhirat sangat diperhatikan dalam islam. Banyak kajian yang membahas atau menerangkan tentang korelasi antara hubungan manusia dengan dunia dan akhirat. Ketika islam memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dengan dunia bukan berarti harus meninggalkannya, begitu juga saat islam memperingatkan kita tentang keduniawian yang dapat menghalangi hubungan dengan akhirat, bukan berarti kita harus meninggalkan dunia, tapi kita harus menyeimbangkan diantara keduanya.
Æ÷tGö/$#ur !$yJÏù š9t?#uä ª!$# u#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u÷R9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šøs9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# Îû ÇÚöF{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä tûïÏÅ¡øÿßJø9$# ÇÐÐÈ
“ Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”(Al-Qashash:77)

Menurut A. Qodry Azizi (alm.),  ayat tersebut memiliki kandungan makna yang sangat dalam dan luas cangkupannya. Ayat itu setidaknya mencangkup beberapa makna. Pertama, Islam sangat memperhatikan masalah yang terkait dengan kehidupan dunia. Bahkan, Islam memerintahkan kita agar menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, kita dianjurkan menjadi kaya raya, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas ibadah yang berhubungan dengan Allah Swt. dan sesama manusia. Kedua, Islam tidak hanya mengajarkan tentang keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Akan tetapi, Islam juga menjelaskan tentang etika dalam meraih harta, seperti kita harus menjaga hak-hak asasi orang lain, sebagai contohnya, kita tidak boleh serakah, zhalim, serta merampas hak dan merugikan orang lain. Ketiga, kita tidak boleh membuat kerusakan di bumi saat mencari nafkah. Misalnya, kita tidak diperkenankan menebang kayu secara sembarangan ketika mencari kayu di hutan. Keempat, Allah Swt. Menyuruh kita untuk berbuat baik kepada orang lain, sehingga upaya untuk memperoleh harta hanya dibarengi dengan niat untuk memberikan manfaat kepada orang lain yang membutuhkan.[2]
Islam diturunkan menurut pengikutnya sebagai rahmatan li al-alamiin (rahmat bagi alam semesta), diturunkan dalam konteks zamannya untuk memecahkan problem kemasyarakatan pada masa itu. Konteks dan latar belakang perjuangan Rasulullah saw. dalam situasi dan kondisi arab Quraisy waktu itu. Pada masa sekarang harus dipahami dalam konteks yang tepat, memasukkan konteks kekinian kemasa diturunkan al-Qur'an, dan kembali lagi kemasa kini. Pemahaman ini akan menjamin aktualisasi dan kemampuan Islam menjawab tantangan zaman sepanjang sejarah.
Dalam wacana keilmuan ajaran Islam dapat digolongkan ke dalam tiga bagian besar. Bagian pertama, ajaran fiqh; ajaran yang menekankan hal–hal yang bersifat lahiriah dan formalistik. Pada dimensi ini kebenaran diukur dengan penuh kepatuhan atau kesesuaian terhadap aturan-aturan formal dan bersifat lahiriah. Bagian kedua, ajaran kalam; ajaran yang menitikberatkan pada persoalan kekuasaan Tuhan dalam kaitannya dengan perbuatan manusia.Dalam wacana ini, biasanya rasio demikian dianggap penting. Sehingga tidak jarang kebenaran harus ditundukkan pada kekuatan logika. Bagian ketiga, ajaran tasawwuf, ajaran yang menitikberatkan hal-hal yang bersifat spiritual.Ukuran kebenaran pada dimensi ini adalah dzauq (rasa) atau pengalaman batin.[3]
Klasifikasi di atas, mirip dengan teori yang menyatakan bahwa ada tiga pendekatan dalam memahami ajaran Islam, yaitu pendekatan bayani (tekstual), pendekatan burhani (logika), pendekatan irfani (rasa). Dan dalam konteks pembahasan ini tasawwuf masuk dalam kategori irfani. Secara wacana kesejarahan menurut Jalaludin Rahmat[4] kelahiran tasawwuf muncul lebih awal dibanding Fiqh. Pandangan ini, didasarkan pada kenyataan bahwa tokoh-tokoh tasawwuf seperti Hasan al-Bisri, Jafar Ash-shiddiq, serta tokoh-tokoh sufi awal lainnya, mereka lebih dikenal sebagai tokoh tasawwuf ketimbang sebagai tokoh fiqh. Imam Hanafi, Imam syafi’I dan Imam Malik, mereka adalah tokoh-tokoh fiqh yang muncul setelah tokoh-tokoh tasawwuf. Fakta ini merupakan bukti setelah lama tasawwuf eksis dan berkembang. Hanya saja menurut Jalaludin Rahmat tasawwuf tidak dinamakan “tasawwuf” melainkan zuhud.
Zuhud sebagai upaya pembentukan sikap terhadap dunia di masa modern seperti ini. Untuk mengungkap hal ini, maka harus melihat bagaimana sebenarnya masyarakat modern itu. Masyarakat modern adalah masyarakat yang cenderung menjadi sekuler. Hubungan antara anggota masyarakat tidak lagi atas dasar atau prinsip tradisi atau persaudaraan, tetapi pada prinsip fungsional pragmatis. Masyarakatnya merasa bebas dan lepas dari kontrol agama dan pandangan dunia yang mengedepankan logika, ciri-cirinya yang lain adalah penghilangan nilai sakral (budaya, tradisi terutama dalam keagamaan) terhadap dunia, menempatkan hidup manusia dalam bayangan sejarah, dan pengesampingan nilai-nilai atau norma-norma.[5]
Dalam kaitannya dengan problema masyarakat modern, maka secara praktis tasawuf memiliki potensi besar karena mampu menawarkan pembebasan spiritual, zuhud mengajak manusia mengenal dirinya sendiri, dan akhirnya mengenal Tuhannya. Tasawuf dapat memberi jawaban-jawaban terhadap kebutuhan spiritual mereka akibat pendewaan mereka terhadap selain Tuhan, seperti materi dan sebagainya.
Islam melalui zuhud inilah memberikan batasan terhadap keduniawian yang bersifat sementara.  Kehidupan ini hanyalah sekedar sarana, bukan tujuan. Karena hakikatnya zuhud itu bukan berarti meninggalkan dunia secara total, mereka menjadikan dunia hanya sebatas genggaman tangannya dan tidak sampai memperbudak hatinya. Seorang zahid mengambil dunia atau materi secukupnya, tidak terjerat cinta padanya sebagaimana sikap orang kafir yang digambarkan Tuhan.
Telah banyak diakui bahwa manusia modern telah mengalami krisis spiritual. Krisis spiritual ini barangkali terjadi sebagai akibat dari pengaruh sekularisasi yang telah cukup lama menerpa jiwa-jiwa manusia modern. Pengaruh pandangan dunia modern dalam berbagai bentuknya –naturalisme, materialisme, kapitalisme- memiliki momentumnya yang berarti setelah sains modern, beserta teknologi yang dibawanya, memutuskan untuk mengambil pandangan sekular sebagai dasar filosofinya. Pengaruh sains yang besar dalam kehidupan modern, dengan sengaja atau tidak, telah menyebarkan pandangan sekular tersebut sampai ke lubuk jantung dan hati manusia modern.[6]
Terkait dengan kerja keras (ijtihadi [7]) yang penulis paparkan di atas dan juga korelasinya dengan zuhud. Terdapat di Pondok Pesantren Al – Ittifaq yang terletak di Kampung Ciburial Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Ciwidey. KH. Fuad Affandi sebagai sesepuh Pondok Pesantren Al – Ittifaq, Mang Haji –begitu Beliau biasa dipanggil-, menerapkan pola pengajaran berbeda dalam pengajarannya dengan memasukan agrobisnis ke dalam ‘kurikulum’ pengajaran para santrinya. Pondok Pesantren Al – Ittifaq yang memiliki santri Khalafi dengan kegiatan ngaji dan sekolah, ada juga santri Salafi dengan kegiatan ngaji dan bertani. Santri Salafi masuk pesantren dengan gratis, pembelajaran yang bukan hanya berfokus kepada ngaji al-qur’an atau ngaji kitab-kitab kuning, akan tetapi para santri juga diberi pembekalan keterampilan lewat bertani bahkan sampai agrobisnis. Metode yang diterapkan Mang Haji tidak melulu di wilayah ngaji saja tapi juga memberikan pelajaran  keterampilan bertani sampai agrobisnis, agar supaya santri siap di masyarakat bukan hanya sebagai ustadz tapi juga sebagai petani ataupun pebisnis.



[1] Badiatul Roziqin, Bahkan Para Sufi Pun Kaya Raya, Diva Press: 2009, Hlm 24
[2] Ibid hlm. 39
[3] Hamka, Tasawwuf: Perkembangan dan Pemurniannya, cetakan ke-20, Jakarta: Pustaka Panjimas, 2005, hlm. 45
[4] Jalaluddin Rahmat, Tasawwuf dalam al-Qur’an dan Sunnah, Pustaka Hidayah, Bandung. 2000, hlm 25

[5] M. Amin Syukur, Zuhud di Abad Modern, Pustaka Pelajar: 2000, hlm. 77
[6] Mulyadhi Kartanegara, Menyelami Lubuk Tasawuf, Erlangga: 2006, hlm. 51
[7] Dr. Nursamad Kamba mengatakan dalam kuliah umum yang diselenggarakan Jurusan Tasawuf Psikoterapi berjudul “Interrelasi Sufisme dan Neurosains” di Aula Fakultas Ushuluddin, pada Rabu 6 Oktober 2013, bahwasanya  ‘ijtihadi ialah usaha memadukan yang belum pernah disandingkan di bidang keilmuan khususnya ilmu keislaman yang jika salah mendapat pahala satu dan jika bear mendapat pahala dua’

Rabu, 07 Agustus 2013

http://pesantrenalittifaq.com/
http://eorganik.wordpress.com/

Kitab Ari Hukum (pondok pesantren Al - Ittifaq)



بسم الله الر حمن الر حيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام
على اسرف الا نبياء والمرسلين
وعلى اله وصحبه اجمعين
*اما بعد*
Ari hukum eta aya tilu :
1.      Hukum adat
2.      Hukum syara
3.      Hukum akal
Ari hukum adat nyaeta :  Neutepken hiji perkara kana hiji perkara atawa euweuhna kalawan lantaran di bulak- balik
Ari hukum adat eta di bagi opat bagian :
1.      Nyambung aya ku aya saperti ayana seubeuh ku sabab ayana dahar
2.      Nyambung euweuh ku euweuh saperti euweuhna seubeuh ku sabab euweuhna dahar
3.      Nyambung aya ku euweuh saperti aya na tiris ku sabab euweuh na simbut
4.      Nyambung euweuh ku aya saperti euweuhna panas ku sabab ayana cai
Ari ngaran hukum syara nyaeta :dawuhan Alloh Ta’ala anu cumantel kana pagawean hiji-hiji jalma naha tina hitob taklip atawa tina hitob wadh’i
Ari ngaran hitob taklip nyaeta dawuhan Alloh Ta’ala anu cumantel kana pagawean hiji-hijina jalma naha tina pameureudih  saperti wajib,sunat,haram,makhruh,wenang
     Ari ngaran hitob wadh’i nyeta : dawuhan Alloh Ta’ala anu cumantel kana pagawean hiji-hijina jalma naha tina wadhonana saperti sababna  saratna, ma’nena, sohehna, pasidna
Ari ngaran hukum akal nyaeta netepkeun hiji perkara kana hiji perkara atawa euweuhna henteu kalawan lantaran di bulak balik
Ari hukum akal eta di bagi tilu bagian :
1.      Wajib ceuk akal
2.      Mustahil ceuk akal
3.      Wenang ceuk akal
Ari ngaran wajib ceuk akal nyaeta dimana- mana perkara anu teu kaharti ku akal euweuhna saperti wajib ayana Alloh Ta’ala
Ari ngaran mustahil ceuk akal nyaeta dimana-mana perkara anu kaharti ku akal ayana seperti mustahil euweuhna Alloh Ta’ala
Ari ngaran wenang ceuk akal nyaeta : dimana-mana perkara anu kaharti ku akal ayana atawa euweuhna seperti ayana makhluk atawa euweuhna makhluk.
Wajib ka sakabeh jalma anu mukalaf awewe lalaki kudu nganyahokeun kana aqo’idil iman anu lima puluh
Ari jalan-jalana anu matak aya lima puluh karena eta anu wajib di Alloh Ta’ala dua puluh, anu mohal di Alloh Ta’ala dua puluh anu wenang di Alloh Ta’ala hiji,anu wajib di Rosul opat,anu mohal di Rosul opat,anu wenang di Rosul hiji, jumlah lima puluh  

PASAL KAHIJI
Nerangkeun sifat anu wajib di Allah Ta’ala dua puluh jeung mohalna
1.       وجودtegesna aya Alloh Ta’ala moha ادم  tegesna mohal wuewuh
Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala aya nyaeta
الله الذى خلق الشموات والارض وما بينهما
Hartina : ari dzat na Alloh Ta’ala teh ata anu ngadamel bumi tujuh langit tujuh katut saeusi-eusina
2.     قدامtegesna tiheula Alloh Ta’ala mohal  حدث  tegesna mohal anyar
Ari dalilna yen wajib AllahTa’ala tiheula nyaeta :
هوالاول ولاخر
Hartina : ari dzatna Alloh Ta’ala teh eta anu tiheula hanteu aya mimitina anu akhir hanteu aya tungtungna 
3.       بقاءtegeusna tetep langgeung dina dzat na Allah Ta’ala mohal  تروالعدم tegesna mohal rusak
Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala tetep langgeung nyaeta
ويبقى وجه ربك ذالجلا ل والاكرام

Hartina : ari dzatna Alloh Ta’ala teh eta anu kagungan sifat kaagungan jeung sifat kamulyaan
4.       مخلفة للحوادثtegesna beda Allah Ta’ala jeung sakabeh anu anyar mohal مما ثلة للحوادث  tegesna mohal sarua Alloh ta’ala jeung sakabeh anu anyar
Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala beda jeung sakabeh anu anyar nyaeta   ليس كمشل شيئ  hartina : mohal aya anu nyaruaan kana dzatna Alloh Ta’ala sahiji oge

5.       قيا مه بنفسهtegesna jumeueung Alloh Ta’ala ku anjeun mohal  قيام بغيرهtegesna mohal aya nu ngajumenengkeun ari dalilna  yen wajib Allah Ta’ala jumeneng ku anjen nyaeta
ان الله غنيي عن العلمين
Hartina : ari dzatna Alloh Ta’ala anu sugih ku sakabeh makhluk tegesna henteu butuh Alloh Ta’ala ku makhluk balikta makhluk butuh ku Alloh

6.     وحدانيةtegesna hiji dzat Alloh Ta’ala hiji sifatna , hiji apa’lna, mohalna
تعدددات والصفات والافعال
Tegesna mohal dua dzatna Alloh Ta’ala mohal dua sagala sifatna  jeung mohal dua sagala padameulannana
Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala  وحدانية nyaeta 
 قل هو الله احد     hartina  : dawuhkeun ku anjeun Muhammad ka umat-umat anjeun ari dzat na Aloh teh ngan sahiji

7.       قدرة tegesna kawasa Alloh ta’ala mohal   عجز  tegesna mohal apes ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala  kawasa nyaeta
ان الله على كل شيئ قدير    hartina : ari dzatna Alloh Ta’ala teh eta anu kawasa kana naon-naon oge

8.       اردات tegeusna keresa Alloh Ta’ala mohal     كر هة tegesna mohal kapaksa . ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala keresa nyaeta
فعال لما ير يد 
 hartina ari dzatna Alloh teh eta anu keresa sakeresa anjeuna

9.       علمtegesna uninga Alloh Ta’ala mohal    جهل tegesna  mohal bodo . ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala uninga nyaeta :    و هوا بكل شيئ عليم   hartina ari dzatna Alloh Ta’ala the eta anu uninga kana naon-naon oge
10.    حياتtegesna hirup Allah Ta’ala mohal          موت tegesna moal maot  . Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala hirup nyaeta
فتوكل على الحي الذى لايمو ت   hartina maneh kudu  ku mandeul kanu hirup kanu tara pupus nyaeta zdatna Alloh Ta’ala

11.   سمع tegesna ngarungu Alloh Ta’ala mohal     عصمtegesna mohal torek . ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala ngarungu nyaeta
والله سميع عليم  hatina ari dzatna Alloh Ta’ala teh  eta anu ngarungu tur anu uninga
12.   بصرtegesna ningali Alloh Ta’ala tegesna mohal عمى tegesna mohal lolong  ari dalilna yeb wajib Aoh Ta’ala ningali nyaeta
والله بصر بما تعملون  hartina ari dzatna Alloh Ta’ala the eta  uninga kana sagala laku lampah jalma
13.   كلام tegesna nadawuh Alloh Ta’ala mohal       بلم tegesna mohal pireu
Ari dalilna yen wajib Alloh Ta’ala ngadawuh nyaeta  وكلام الله موس تكليما
Hartina  : parantos ngadawuh Alloh Ta’ala kakangjeng nabi Musa kalawan ngadawuh temenan
14.                          قذيراtegesna anu kawasa Alloh Ta’ala mohal  عجيزا  tegesna mohal anu apes
15.                          مريداtegesna anu kereusa Alloh Ta’ala mohal    كريحا  tegesna mohal anu kapaksa
16.   عليما tegesna anu ningali Alloh Ta’ala mohal   جاهلا tegesna mohal anu bodo
17.    حيا tegesna anu hirup Alloh Ta’ala mohal        ميتا tegesna mohal anu maot
18.   سميعا tegesna anu ngarungu Alloh Ta’ala mohal  عصم tegesna mohal anu torek
19.   بصيراtegesna anu ningali Alloh Ta’ala mohal  اعمى ا tegesna mohal anu lolong
20.   متكلما tegesna anu ngadangu Alloh Ta’ala mohal ابكم  tegesna mohal anu pireu

PASAL KADUA

Nerangkeun sifat anu wenang di Aloh Ta’ala hiji nyaeta
فعل كل ممكن او تر كه  hartina wenang Alloh Ta’ala ngdamel makhluk atawa tinggal ngadamel makhluk . ngadamel makhluk kumaha keresana hanteu ngadameul makhluk kumaha keresana
Ngadamel makhluk hanteu matak nambahan kana darajatna Alloh Ta’ala hanteu ngadameul makhluk teu matak ngurangan kana darajatna Alloh Ta’ala anu maha luhur


PASAL KA TILU
            Nerangkeun sifat anu wajib di rosul opat jeung mohalna.
1.      Sifatصدق  tegesna balalener para rosul kabeh mohal كد ب tegesna mohal bohong
2.       امنهtegesna kepecaya para rosul kabeh mohal          حيانة tegesna mohal cidra
3.      تبليغ tegesna pada ngadatangkeun perentahan para rosul kabeh anu kudu didatankeun mohal  كتم tegesna mohal nyumputkeun
4.      فطانه tegesna palalinter para rosul kabeh mohal بلادة tegesna mohal belet.
PASAL KA OPAT
            Nerangkeun sifat anu wenang di rosul hiji nyaeta:
الاعراض البشرية الت لاتناقص رطبة الرسالة   hatina wenang di para rosul katerapan pamake sifat kamanusaan kaya teudamang anu enteng : panas, tiris, tuang leueuet jima anu halal. Mohal sakur-sakur panyakit anu matak ngaruksak kana darajatna para rosul kabeh kaya belang, kaya kesrek eta mohal di rosul.
PASAL KA LIMA
Nerangkeun sifat anu dua puluh dibagi opat :
1.      نفسيه hartina نفسيه bangsa awak tegesna salira anu disebut tempat ku anjeun jumeneng kuanjeun
2.      سلبيه hartina سلبيه bangsa  euweuh. Euweuhnamah euweuh mimitina, euweuh ruksakna, euweuh tempatna euweuh bangsana , euweuh anu ngajumenengkeun.
3.      معان hartina  معان pirang-pirang mengerti nyaeta: kawasa, kersa, uninga, hirup, ngarungu, ninggali, ngandika.
4.      معنويه hartina  معنويه pirang-pirang anu mengerti. Nyaeta: anu kawasa, anu kersa, anu uninga, anu hirup, anu ngarungu, anu ninggali, anu ngandika.

PASAL KA GENEP
            Nerangkeun babagianana anu opat
1.      نفسيه babagianana hiji nyaeta وجود
2.      سلبيه babagianana lima nyaeta: 1.قدام 2. بقاء 3. مخالقةللحوادث 4. قيامهبنفسه, 5. واحدانية
3.      Ma’ani babagianana tujuh nyaeta: 1. قد رة 2. ا ردة, 3. علم 4. حيا ت, 5. سمع, 6. بصرا, 7. كلم
4.      Ma’nawiah babagianana tujuh nyaeta: 1. قد يرا, 2. مريدا, 3.عليما, 4. حيا, 5. سمعا, 6.بصيرا, 7. متكليما.
PASAL KA TUJUH
Nerangkeun sifat dua puluh dibagi dua : 1. ا ستغنى Hartina istigna sugih alloh ta’ala ku mahluk. Ari ngaran sugih di Alloh mah henteu butuh ku naon-naon                2. ا فتقا ر. Hartina iftiqor butuhna mahluk ku alloh.



PASAL KA DALAPAN
            Nerankeun babagianan anu dua :
1.   Istigna babagianana sabelas nyaeta : 1. وجود,   2. قدام, 3. بقا, 4.مخل لفة للحوا د ث, 5. قيامه بمنفسه, 6. سمع, 7. بصو ر, 8. كلم, 9. سميعا, 10. بصرا, 11. متكلما
2.   Iftiqor babagianana salapan nyaeta: 1. واحدانية, 2. قد رة, 3. اردت, 4. علم, 5.حيا ت,          6.قد يرا, 7. مريدا 8. علما, 9. حيا.

Ari anu manjing kana lafadلا  eta aya lima: 1.وجود, 2.قدام, 3.بقاء, 4. مخالقةللحوادث, 5. قيامهبنفسه
Ari anu manjing kana lafadاله  eta aya genep nyaeta:
1. سمع, 2. بصر, 3. كلم, 4سميعا., 5. بصر,           6. متكليما.
Ari anu manjing kana lafadالاالله  eta aya salapan: 1. وحد نية, 2. قد رة, 3. اردة, 4. علم, 5. حية, 6. قد يرا, 7. مريدا, 8. عليما, 9. حيا.
Jeung deui wajib kasakabeh jalma anu mukallaf awewe lalaki kudu nganyahokeun kana sakabehna para rosul satengah anu wajib dikanyahokeun kumpulna bae. Satengah anu wajib diknyaokeun hiji-hijina. Ari anu kumpul di para rosul eta jumlahna aya tilu ratus tilu belas (313).
Tapi ari anu wajib di kanyahokeun hiji-hijina eta jumlahna aya salawe
1.Nabi Adam 2. Nabi Idris 3. Nabi Nuh 4. Nabi Hud 5. Nabi Saleh 6. Nabi Ibrohim 7. Nabi Luth 8. Nabi Ismail 9. Nabi Ishak 10. Nabi Yakub 11. Nabi Yusuf 12. Nabi Ayub 13. Nabi Syua’aib 14. Nabi Harun 15. Nabi Musa 16. Nabi Zakaria 23. Nabi Yahya 24. Nabi Isa 25. Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Ari sajumlahna para nabi sareng para rosul eta aya sakeuti dua laksa opat rebu (saratus dua puluh opat rebu) tapi ari anu kagungan syareatmah eta aya genep
1.      Nabi Adam AS
2.      Nabi eunuh AS
3.      Nabi Ibrohim AS
4.      Nabi Musa AS
5.      Nabi i’sya AS
6.      Kangjeng Nabi Muhammad SAW

Tetapina sadayana syare’at eta di salin ku syarea’t Kangjeng Nabi Muhammad SAW

Jeung deui wajib kasakabeh jalma mukalaf awewe lalaki kudu nganyahokeun kana turunanna Kangjeung Nabi Muhammad SAW ti arah-arah ramana sareng ti arah-arah ibuna. Ari turunanna Kanjeung Nabi Muhammad SAW ti arah-arah ramana nyaeta Kanjeung Nabi Muhammad putra Abdullah , Abdullah putra Abdul Mutholib, Abdul Mutolib putra Hasim, Hasim putra Abdil Manap, Abdil Manap putra Qusoy, Qusoy putra Kilab, Kilab putra Muroh, Muroh putra Ka’ab,Ka’ab putra  Luay,Luay putra Gholib,Gholib putra Pihir, Pihir putra Malik,Malik putra Nadhor, Nadhor putra Kinaanab,Kinaanab putra Huzaimah, Huzaimah putra Mudrikah, Mudrikah putra lyaas, Ilyaas putra Mudhor, Mudor putra Nizaar, Nizaar putra Ma’ad, Ma’ad putra Adnaan, heunteu aya deui putra sanggeus Adnaan neupi ka Nabi Adam AS dadalam anu shoheh dina kitab anu di tukil
Ari turunan nana Kangjeung Nabi Muhammad ti arah - arah ibuna nyaeta Kangjeung Nabi putra Aminah, Aminah putra Wahab, Wahab putra Abdil Manap, Abdil Manap putra Juhroh, Juhroh putra Kilab, Kilab putra tuluy kupul sareng Kanjeung Nabi Muhammad SAW eyangna Kangjeung Nabi nyaeta Kilab.
Jeung deui Kanjeung Nabi bakal maparin syafa’at jaga dina pisah-pisahna sakabeh hukum jeung deui perkara syafa’at teh eta geus di tangtukeun ka Kangjeng Nabi Muhammad SAW
Jeung deui wajib kasakabeuh jalma anu mukalaf awewe lalaki kudu nganyahokeun kana putrana Kanjeng Nabi Muhammad SAW
Eta aya tujuh ceuk ujar kaol anu shoheh
1.                  Sayyiduna Qosim
2.                  Sayyidatuna Jenab
3.                  Sayyidatuna Fatimah
4.                  Sayyidatuna Rukoyah
5.                  Sayyidatuna Umi Qulsum
6.                  Sayyiduna Abdillah
7.                  Sayyiduna Ibrohim
Eta sadayana putra Kangjeung Nabi ti Siti Khodijah anging lain ti Siti Khodijah Sayyiduna Ibrohim etamah ti Siti Hariyah bangsa qobti ti nagarana
Jeung deui wajib kasakabeuh jalma  mukalaf awewe lalaki kudu nganyahokeun kasakabeh garwana Kangjeung  Nabi SAW waktos di kantunkeun wafat eta aya salapan

1.                  Siti A’isyah
2.                  Siti Hapshoh
3.            Siti Saudah
4.            Siti Shopiyah
5.            Siti Maemunah
6.            Siti Romlah
7.            Siti Hindun
8.            Siti Jaenab
9.            Siti Juwariah

Jeung deui wajib kasakabeuh jalma mukalaf awewe lalaki kudu nganyahokeun ka Malaikat hiji-hijina eta aya sapuluh
1.      Malaikat Jibril padamelan nana tukang nurunkeu wahyu ka para Nabi
2.      Malaikat Mikail padamelanana tukang ngurus rijqi ka sakabeh makhluk
3.      Malaikat Isrofil padamelan nana tukang niup song-song jaga di poe qiamah
4.      Malaikat izroi’l  padamelan nana tukang nyabut nyawa ka sakabeuh makhluk
5.      Malailat Munkar
6.      Malaikat Nakir padamelan nana dua nana tukang mariksa makhluk di jero kubur
7.      Malaikat Rokib
8.      Malaikat A’tid padamelan nana dua nana tukang nuliskeun amal manusa anu hade anu goreng
9.      Malaikat Malik padameulan nana juru kunci di naraka
10.  Malaikat Ridhwan padameulan nana juru kunci sawarga

Jeung deui wajib di kanyahokeun Alloh Ta’ala nurunkeun kitab ka para Nabi eta aya saratus punjul opat kitab tapi ari anu wajib di kanyahokeun mah hiji-hijina  eta aya opat kitab

1.         Kitab Taurot turunna ka Nabi Musa AS
2.        Kitab Inzil turuna ka Nabi Isya AS
3.        Kitab Jabur turuna ka Nabi Daud AS
4.        Qur’an turuna ka Nabi Muhammad SAW tetapina sadaya eta kitab di salin anging kita Qur’an dugi ka yaumil qiyamah eta mah heunteu di salin.


T A M A T
والله اعلم

seer di toong